Naik Candi Borobudur Tidak Dipungut Biaya 750000 Rupee, Tetapi Anda Harus Mendaftar Secara Online

Basuki Hadimuligono, Menteri Persatuan Nasional Perencanaan Kota, mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk membatalkan kenaikan tiket ke Candi Borobudur. Hal itu diputuskan dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Namun, rencana pembatasan jumlah jemaah yang ingin menambah jumlah jemaah maksimal 1.200 jemaah per hari tetap sama.

“Pada dasarnya tidak ada kenaikan tarif, masih Rp 50 ribu, pelajar SMA, kurang dari Rp 5.000, tapi kuota dibatasi kenaikannya,” kata Basuki usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Selasa (14/14/2020) Juni 2022.

Pendaftaran wisata Candi Borobudur dilakukan secara online dengan kapasitas 1.200 orang per hari. “Untuk ke pura harus mendaftar secara online, karena daya tampungnya terbatas 1.200 orang,” katanya.

Basuki mengatakan pengunjung yang ingin mendaki candi akan didampingi pemandu wisata. Pengunjung juga diwajibkan memakai sepatu yang disediakan untuk mendaki masjid.

Selain membatalkan kenaikan tarif candi, Basuki mengatakan pemerintah telah melakukan perubahan kelembagaan pada pengelolaan candi Borobudur. Dia mengatakan kuil bersejarah itu hanya akan dikelola oleh satu pihak.

Pihak-pihak tersebut adalah anggota BUMN, khususnya PT Aviasi Wisata Indonesia (Persero) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) dari Tourism Authority dengan InJourney.

“Ada banyak lembaga seperti pusat arkeologi dan konservasi, dan ada BUMN seperti Borobudur dan Prambanan. Jadi, kami memutuskan untuk menjadi satu. Sekarang dikelola oleh badan usaha milik negara,” kata Baskey.

Leave a Reply

Your email address will not be published.