Kemudian, Saya Membeli Bahan Bakar Sekunder Dengan MyPertamina Bagaimana Dengan Orang Tanpa Ponsel?

Pemerintah berencana membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mewajibkan pembeli mendaftar di aplikasi MyPertamina. Hal ini dilakukan dalam upaya agar pendistribusian BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.

Pidato tersebut memancing reaksi beragam dari masyarakat, terutama tentang bagaimana kebijakan tersebut dapat diterapkan di masa depan. Salah satunya berkaitan dengan masyarakat yang tidak memiliki fasilitas dan pengetahuan yang memadai untuk menggunakan aplikasi MyPertamina.

Terkait hal tersebut, Sekretaris C&T Pertamina Patra Niaga SH Irto Ginting mengatakan. Kepada detikcom, Senin (13 Juni 2022) Irto mengatakan pembayaran selanjutnya tidak perlu menggunakan aplikasi MyPertamina. Erto mengatakan metode pembayaran dan digitalisasi sistem SPBU adalah dua hal yang berbeda.

Ia menambahkan, “Nomor polisi itu ada fungsi digitasinya, jadi nanti bisa masuk. Nggak perlu bayar pakai MyPertamina. Keduanya beda.”

Irto menjelaskan, rencana penggunaan MyPertamina untuk konsumen BBM bersubsidi bertujuan untuk membuat database yang nantinya akan menjadi acuan validasi pemerintah ke depan untuk menentukan konsumen yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kalau memasukkan nama dan konfirmasi, pemerintah dalam hal ini BPH Migas akan memeriksa apakah Anda orang yang tepat. Kalau datanya bersih, artinya nama orang, nomor polisi, alamat, dll. Bukan dilakukan melalui aplikasi, tetapi juga dapat diakses melalui situs web, sehingga orang yang tidak memiliki smartphone tidak perlu khawatir.

Ia mengatakan, “Ada dua basis di sini. Yang pertama adalah aplikasi MyPertamina dan yang kedua juga berbasis web.”

Erto mengatakan, “Tidak apa-apa jika Anda tidak memiliki ponsel. Tapi kami masih membuka kesempatan ini. Begitu nomornya masuk ke sistem, Anda bisa mengeceknya nanti di SPBU.”

lanjutkan ke halaman berikutnya

Namun, Irto juga menambahkan, calon konsumen juga bisa membayar melalui MyPertamina untuk mempercepat transaksinya. Dengan cara ini, data yang direkam sebelumnya secara otomatis terisi dan kemudian ditentukan apakah konsumen memiliki akses ke bahan bakar bersubsidi.

Ia menambahkan, “Jangan khawatir, infrastruktur MyPertamina sedang disiapkan. Kalau sudah siap, Perpres akan disosialisasikan. Siapa pun yang berhak mendapat subsidi harus mendaftar.”

Erto mengatakan, pada prinsipnya pemerintah dan Pertamina perlu mengetahui siapa penerima manfaat dari kriteria aplikasi untuk menentukan ketepatan target. Sehingga Erto mengatakan masyarakat setidaknya harus mendaftar melalui berbasis web.

Pemerintah sebelumnya menetapkan Pertalite sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Khusus untuk menggantikan Premium. Ini adalah Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. tentang Bahan Bakar Peruntukan yang ditandatangani pada 10 Maret 2022. 37.K/HK.02/MEM.M/2022.

Pemerintah dalam hal ini Badan Pengatur Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sedang menyusun pedoman teknis agar Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dapat terdistribusi dengan baik ke tempat tujuan, salah satunya mewajibkan konsumen untuk: Subsidi BBM untuk penggunaan MyPertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published.